Senin, 23 Mei 2016

EAS MPPL A

- Rifqi Nur Fadhilah    5113100170
- Luwandino Wismar   5113100181
MPPL A

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah pembuatan sistem informasi rest area jalan tol di Indonesia untuk membantu pengguna jalan tol mendapatkan informasi tentang keberadaan rest area. Website ini akan berisi informasi fasilitas-fasilitas yang ada pada rest area. Fasilitas - fasilitas dapat berupa SPBU, toilet, masjid atau mushola, tempat makan, dan kios - kios.

Link Dokumentasi yang telah dikerjakan :
  1. Link KAK
  2. Link Project Charter
  3. Link Manajemen Waktu
  4. Link Manajemen Biaya
  5. Link Manajemen SDM
  6. Link Manajemen Risiko
  7. Link Versi Docs via Google Docs

Manajemen Risiko

Struktur Rincian Risiko



Daftar Risiko



No
Risk
Description
Category
Root Cause
Triggers
Risk Owner
1
Menentukan waktu pertemuan yang sulit
Menentukan waktu pertemuan dengan stakeholder yang sulit
Project RIsk
Sulit mencari waktu yang tepat
Stakeholder yang sibuk
Project Manager, Stakeholder
2
Informasi yang kurang
Kurangnya mendapatkan informasi dari stakeholder
Project Risk
Kurangnya daftar pertanyaan yang diajukan ke stakeholder
Project Manager yang kurang menggali pertanyaan
Project Manager, Stakeholder
3
Ruang lingkup proyek melebar
Ruang lingkup yang sudah melebar dan tidak sesuai lagi dari batasan yang sudah disetujui oleh Stakeholder
Project Risk
Kurang memperhatikan batasan-batasan yang sudah disetujui oleh Stakeholder
Project Manager tidak membaca secara detail batasan-batasan yang sudah disetujui
Project Manager, Website Analyst
4
Waktu pengerjaan yang melewati batas target
Terjadi beberapa gangguan saat mengerjakan proyek
Project Risk
Kurang memperhitungkan waktu secara benar
Terjadi penundaan pengerjaan
Web Developer, Web Desaigner


Matriks Probabilitas


Probability
High


Risk 1
Risk 3
Risk 4
Medium

Risk 2

Low





Low
Medium
High


Impact

Mitigasi Risiko


No
Risk
Nama Risiko
Risk Responses
1
Risk 1
Menentukan waktu pertemuan yang sulit
Mencari waktu yang longgar sehingga dapat bertemu dengan Stakeholder
2
Risk 2
Informasi yang kurang
Mencatat dan merinci pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan ke Stakeholder supaya informasi yang didapatkan tidak kurang
3
Risk 3
Ruang lingkup proyek melebar
Membaca dengan teliti dan detail tentang batasan yang sudah disetujui oleh Stakeholder
4
Risk 4
Waktu pengerjaan melewati batas target
Membuat manajemen waktu yang baik, tidak menunda pekerjaan, dan apabila terdapat gangguan saat mengerjakan proyek, pekerjaan tersebut dilimpahkan ke hari selanjutnya

Minggu, 15 Mei 2016

Manajemen Sumber Daya

OBS




WBS




















RAM







APRIS


Manajemen Mutu Perangkat Lunak

Definisi
Proses yang dilakukan untuk menjamin proyek dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati, melalui aturan-aturan mengenai kualitas, prosedur ataupun guidelines.

Tahapan Manajemen Kualitas

  1. Perencanaan Kualitas
    • Identifikasi standar kualitas yang relevan dengan proyek dan menentukan cara memenuhi standar kualitas tersebut
    • Kemampuan untuk mengantisipasi situasi dan menyiapkan tindakan yang menghasilkan sesuatu yang diinginkan
    • Perlu merancang kualitas dan mengomunikasikan faktor-faktor yang berkontribusi langsung untuk memenuhi permintaan pelanggan
  2. Pemjaminan Kualitas
    • Menjalankan apa yang sudah direncanakan untuk menjamin bahwa tim proyek sudah menjalankan semua proses yang dibutuhkan untuk memenuhi standar kualitas yang relevan
    • Jaminan mutu mencakup semua aktivitas yang berhubungan dengan pemenuhan standar mutu yang relevan bagi proyek
    • Proses ini dilakukan dalam rangka menjamin peningkatan yang terus menerus dari berbagai aspek, sehingga pengguna sumber daya proyek dapat se-efektif dan se-efisien mungkin
    • Proses ini berlangsung secara iteratif, dengan cara membuang semua aktivitas yang tidak memberi nilai tambah
    • Tujuannya agar proses berjalannya aktivitas, merupakan aktivitas yang berkualitas
  3. Pengendalian Kualitas
    • Memonitor hasil-hasil proyek yang spesifik untuk memeriksa apakah sudah memenuhi kualitas standar relevan yang sudah disepakati dan mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh
ISO 9126
ISO 9126 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh ISO untuk evaluasi kualitas perangkat lunak dan merupakan pengembangan dari ISO 9001. Standar ini dibagi menjadi empat bagian yang masing-masing menjelaskan model kualitas, metrik eksternal, metrik internal, dan metrik kualitas yang digunakan. Ada enam ukuran kualitas yang ditetapkan oleh ISO 9126, yaitu:
  1. Functionality
    • Kemampuan menutupi fungsi produk perangkat lunak yang menyediakan kepuasan kebutuhan user
  2. Reliability
    • Kemampuan perangkat lunak untuk perawatan dengan level performasi
  3. Usability
    • Kemampuan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak
  4. Efficiency
    • Kemampuan yang berhubungan dengan sumber daya fisik yang digunakan ketika perangkat lunak dijalankan
  5. Mantainability
    • Kemampuan yang dibutuhkan untuk membuat perubahan perangkat lunak
  6. Portability
    • Kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan perangkat lunak yang dikirim ke lingkungan berbeda

Minggu, 01 Mei 2016

Monitoring Proyek Perangkat Lunak

 1. Kurva Input


2. Kurva S Berdasarkan Bobot Keuangan


3. Kurva S Aktivitas Berdasarkan Progress Output Pekerjaan Proyek